beachviewbreakfastandgrill.com

6 Tradisi serta Budaya di Sukabumi yang Masih Ada

6 Tradisi serta Budaya di Sukabumi yang Masih Ada

6 Tradisi serta Budaya di Sukabumi yang Masih Ada – Selain tujuan wisata yang lengkap dari laut, rimba, sungai, gua, serta gunung. Kabupaten Sukabumi juga populer karena kebudayaan warganya yang masih di lestarikan sampai saat ini.

Berikut tradisi warga yang masih terjaga di Sukabumi

1. Syukuran Nelayan

Dalam proses ini berbagai kesenian helaran atau ara-arakan seperti angklung, buncis mahjong ways 2 sampai sisingaan di perlihatkan. Puncak acara ini adalah pemberian saji atau sesajen yang di hanyutkan ke laut sebagai bentuk syukur nelayan atas hasil tangkapan ikan yang banyak. Di kabupaten ini, hari nelayan tidak hanya di Palabuhan ratu saja, tapi juga di laksanakan di beberapa wilayah perkampungan nelayan, yakni di Cisolok serta sejumlah wilayah nelayan lainnya.

2. Upacara Seren Taun

Seren berarti seserahan atau menyerahkan, taun berarti tahun. Sereb Taun di artikan masyarakat sebagai upacara penyerahan sedekah atau tatali hasil panen padi selama setahun dan memohon berkah kepada tuhan agar hasil panen tahun selanjutnya lebih banyak. Acara ini di laksanakan slot hoki di 3 Kasepuhan adat Banten Kidul yakni Kasepuhan adat cipta gelar, Kasepuhan adat sinar resmi serta Kasepuhan adat cipta mulya.

Baca juga : 5 Desa Wisata di Labuan Bajo yang Mempesona

3. Situs Tugu Cengkuk

Adalah situs lengkap dari 8 situs termuka berskala nasional yang ada di Kabupaten Sukabumi, serta beragam bentuk bangunan megalitik seperti Menhir, Batu Saji, Batu Lesung, Batu Lumpang, Batu Dakon, Batu Jolang Batu Kasur, Batu Meja, Batu Kursi, Batu Limpak, dan Punden Berundak. Benda-benda budaya manusia yang bernilai sangat tinggi hasil pembongkaran sejarah, proses kebudayaan masa lalu bangsa Indonesia yang ada di kawasan Sukabumi.

4. Dogdog Lojor

Seni Dog Dog Lojor merupakan kesenian yang ada di Kampung Adat Ciptarasa spaceman Kecamatan Cisolok. Kesenian ini memakai alat Dog Dog panjang yang terbuat dari bambu besar di tambah dengan angklung besar. Seni ini adalah seni helaran atau arak-arakan yang secara tradisi biasa di pakai untuk menyertai kegiatan mengangkut padi dari lantaian ke lumbung padi.

5. Ngagondang

Seni Ngagondang saat ini masih ada di golongan masyarakat Desa Gunung Bentang Kecamatan Segaranten. Di jaman dahulu seni ini umumnya di pakai di acara Menumbuk Padi secara gotong royong oleh golongan ibu tani dengan memakai alat berbentuk Lesung serta Halu.

6. Situs Batu Kujang

Situs Megalit Tenjolaya Girang atau warga biasa lebih akrab menyebutnya Situs Batu Jolang atau  slot resmi Batu Kujang, berlokasi tepat di Kaki Gunung Salak tepatnya di Kampung Tenjolaya Girang Desa Cisaat Kecamatan Cicurug.